Pembebasan Lahan Soroja 100%

2017-02-04 11:28:53 , Posted by Admin

Pembebasan Lahan Soroja 100%

Awal April Sudah Bisa Dioperasikan

 

Bandung, (PR).-

Pembebasan lahan untuk pembangunan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) dipastikan sudah 100%. Saat ini porses pembayaran ganti rugi pembebasan lahan masih berjalan.

 

Kepala Kanwil Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jawa Barat Sri Mudjitono mengatakan, hingga akhir pekan ketiga Januari 2017 ini pembebasan lahan Soroja sudah tuntas. "Untuk lahan Soroja, betul posisinya (lahan) sudah 100%, "katanya di Bandung, Selasa (31/1/2017).
 

Meskipun demikian, Mudjitono mengakui, proses pembebasan lahan Soroja ini cukup alot. Di antaranya, kendala pembebasan tanah wakaf hingga rumah warga yang terbentur nominal ganti rugi. Sementara di lapangan, pengukuran puluhan bidang tanah yang dilakukan BPN berjalan cepat. "Namun begitu masyarakat sepakat soal harga, duitnya ora ono dari pihak PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)," ujar dia.
 

Diakui Mudjitono, proses pembebasan lahan Soroja memang sangat bergantung pada dana dari PUPR. Namun karena pusat mengalami keterbatasan dana, pihak kontraktor PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) akhirnya mengusahakan dana talangan sebesar RP 14 miliar.
 

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, saat ini tinggal melakukan proses pencairan pembayaran melalui dana talang PT CMLJ sebesar Rp 14 miliar. "Sekarang sudah selesai, karena dana Rp 14 miliar sudah di cairkan, "tuturnya.
 

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak kontraktor, Iwa menyebut, saat ini progres pembangunan tol Soroja sudah mencapai 63%. Pihaknya optimistis sisa pembangunan tol yang memiliki panjang sekitar 15km itu dapat diselesaikan paling lambat akhir Maret mendatang. Dengan begitu diharapkan awal April sudah mulai digunakan. Iwa pun berharap, cuaca mendukung di tahap penyelesaian konstruksi ini.
 

Antisipasi
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung fokus mengantisipasi penumpukan kendaraan di Soreang sebagai dampak open traffic tol Soroja pada April 2017 ini. Sekretaris Daerah kabupaten bandung Sofian Nataprawira saat ini ditemui di ruang kerjanya seusai menggelar rapat terbatas mengenai dampak sosial dioperasikannya tol Soroja, di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung , Selasa (31/1/2017) mengatakan, salah satu dampak yang harus diantisipasi adalah kemacetan. "Kalau dulu untuk menuju Soreang dari Bandung membutuhkan waktu hampir 2 jam lebih, dengan adanya tol ini waktu tempuhnya menjadi lebih singkat, sekitar 10 menit hingga 15 menit sudah sampai di Soreang, "tutur Sofian.
 

Oleh karena itu, pihaknya membahas kesiapan infrastruktur jalan dan marka khususnya jalan dan marka khususnya jalan di sekitar akses tol Soroja. Selain itu, kesiapan jalur alternatif juga sangat dibutuhkan termasuk jalan menuju jalur wisata di selatan Kabupaten Bandung. Itu karena, kemungkinan akan terjadi penambahan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun luar negeri ke beberapa destinasi wisata di Kabupaten Bandung.
 

"Untuk akses menuju lokasi wisata akan kami bahas lebih lanjut. Tadi dalam rapat ada usulan untuk jalur menuju Ciwidey dari arah Soreang, akan diberlakukan satu arah. Dari arah Ciwidey menuju Soreang akan di bangun jalan baru. Usulan itu akan kami bahas lagi,"kata dia. (Ecep Sukirman, Novianti Nurulliah)***